Trik Membuat Buku Besar dengan Rumus VLOOKUP, Mudah!

Rumus Vlookup  di Microsoft Excel bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk membuat Buku Besar perusahaan. Rumus Vlookup  kita ketahui sebagai salah satu rumus atau fungsi yang biasanya digunakan di Microsoft Excel. Rumus ini digunakan untuk mencari suatu data dari nilai menurut data pokok atau referensi data tertentu. Sintaks rumus dari Vlookup adalah =VLOOKUP(lookup_value;table_array;col_index_num). Setiap penulisan rumus dalam Ms. Excel selalui diawali dengan sama dengan (=).

Trik Membuat Buku Besar dengan Rumus VLOOKUP, Mudah!

Trik Membuat Buku Besar dengan Rumus VLOOKUP, Mudah!

Keterangan dari rumus tersebut yaitu setiap proses perhitungan/ pencarian data harus berdasarkan nilai yang dites (lookup_value). Lalu tabel referensi/ sumber pokok ditentukan dengan nomor kolom yang sesuai data. Pada kesempatan ini, Kami akan mencoba memberikan pembahasan tentang penerapan fungsi Vlookup dalam membuat Buku Besar. Bagaimana caranya? Simak pembahasan ini sampai selesai:

Membuat Buku Besar dengan Rumus VLOOKUP 

Bagi suatu perusahaan yang sudah menggunakan software akutansi atau sudah pakai sistem ERP canggih, mungkin tidak perlu repot untuk membuat Buku Besar atau general ledger. Namun ada kalanya ketika Anda bekerja di suatu perusahaan yang memang belum menggunakan software seperti itu. Inilah salah satu kegunaan dari rumus Vlookup untuk membantu Anda membuat Buku Besar perusahaan.

Untuk pembahasan kali ini, Kami menggunakan contoh pembuatan Buku Besar untuk jurnal transaksi keuangan dari sebuah lembaga. Untuk penerapannya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan data Anda atau perusahaan. Hal yang terpenting disini adalah memahami cara penggunaan Vlookup-nya nanti apapun bentuk datanya.

Dalam kasus ini, seorang akuntan dari lembaga tersebut sudah membuat kode akun dan melakukan penjurnalan harian yang sudah cukup rapi. Dimana setiap transaksi dicatat secara lengkap termasuk tanggal, kode akun, keterangan, referensi serta debet/ kredit. Sedangkan antar jurnal transaksi satu dengan lainnya dipisahkan dengan 1 baris atau row kosong.

Dalam Microsoft Excel, sebenarnya kita bisa membuat beberapa alternatif buku besar, seperti menggunakan formula fungsi atau dengan PivotTable. Tapi jika melihat kondisi jurnal di atas, ketika masing-masing transaksi dipisahkan oleh satu baris kosong maka bisa memanfaatkan fungsi Vlookup.

Langkah-Langkah Membuat Buku Besar dengan VLOOKUP 

Setelah melihat studi kasus di atas, berikut ini beberapa langkah yang harus Anda ikut untuk membuat Buku Besar dengan rumus VLOOKUP :

  1. Membuat Value Unik sebagai lookup_value

Jika ingin membuat Buku Besar menggunakan fungsi Vlookup, maka Anda membutuhkan 1 value yang unik. Perlu menjadi catatan bahwa di fungsi VLOOKUP, apabila value yang Anda jadikan sebagai acuan untuk menggunakan VLOOKUP terdiri lebih dari satu baris/ data berulang. Sehingga rumus Vlookup  akan mengambil nilai pada baris atau row yang paling atas, maka diperlukan value yang unik. Disini menggunakan value baru yaitu kode akun + referensi.

  1. Memanggil Data yang Diperlukan

Data yang dibutuhkan dalam Buku Besar yaitu Tanggal, Keterangan dan Debet/ Kredit. Apabila lookup_value tidak menemukan data yang diinginkan, maka akn menghasilkan error #N/A. Agar buku besar lebih rapi, Anda bisa menghilangkan error #N/A dengan menggunakan fungsi khusus yaitu IFERROR.

  1. Membuat Kolom Saldo Berjalan

Langkah yang berikutnya, membuat kolom saldo berjalan dengan melakukan perhitungan matematika sederhana. Saldo berjalan adalah saldi yang menunjukkan saldo setiap waktu.

Demikian itulah pembahasan cara membuat Buku Besar dengan memanfaatkan fungsi VLOOKUP di Excel. Mudah sekali bukan? Anda bisa menggunakan cara di atas untuk membuat Buku Besar, jika perusahaan belum menggunakan software akutansi apapun. Semoga penerapan atau penggunaan dari rumus VLOOKUP  di atas bermanfaat bagi pembaca, selamat mencoba.