Keindahan di sepanjang Sungai Semarang

Apa pun yang dipantulkan pada air, cermin, atau permukaan pantulan lainnya memunculkan sesuatu yang menarik, dan menjadi lebih cantik saat Anda memotretnya melalui kamera Anda. Sungai Semarang (Kali Semarang) menyembunyikan kisahnya sendiri pada setiap roh dan semangat kehidupan yang dilihatnya di sisinya. Dia merasakan fenomena yang tidak biasa dari orang-orang yang tinggal di samping. Dia merakit setiap slide. Gambaran kemanusiaan mereka yang baik hati, kelincahan yang tak terkendali, kehidupan melawan kesulitan, melalui daerah tumbuh kopi jawa tengah keramahan di tepi sungai; itu terlalu jauh berbeda dari konteks sub-marginalisasi yang menjadi paradigma publik yang menghuni kelas sosial saat ini.

Sejak dahulu kala, tepi sungai tampaknya menjadi pusat kehidupan. Air, sebagai jantung, adalah salah satu alasan mengapa kehidupan berlaku. “Gang Lombok” Kuil Cina Poei Kim Liam, seorang pria berusia 80 tahun yang telah mengembara gelandangan dari Cina di masa mudanya, menyambut ramah setiap pelanggan topeng barongsai (tarian singa China) di tokonya, dekat dengan “Gang Lombok” (jalan cabai) Kuil Cina. Sebagai salah satu candi terbesar di kompleks Semarang (ibukota Jawa Tengah) Pecinan, Kuil “Gang Lombok” menjadi pusat upacara keagamaan orang Cina.

Kuil ini, yaitu Tay Kek Sie, dibangun pada 1771 di perkebunan cabai; itulah mengapa saat ini orang menyebutnya sebagai “Gang Lombok” Temple. Sungai Semarang, yang mengalir di sebelah selatan kompleks, juga menjadi tempat ritual dan tradisi keagamaan mereka. Salah satunya adalah pembangunan Laksamana Zheng He adalah tiruan kapal permanen pada tahun 2005, karena peringatan tahunan ke-600 ekspedisi sebelumnya. Rumah Catur dan Rumah Pengembara yang mondar-mandir ke sisi lain kompleks, di seberang sungai, ada rumah sederhana dengan beberapa kamar berjajar di depannya untuk bermain catur. Para pemain catur dengan penuh semangat duduk di depan mereka. papan hitam dan putih, dengan enam belas buah di atasnya.

Tempat ini disebut Persatuan Catur Damar (Asosiasi Catur ‘iluminasi’), yang merupakan pusat pengembangan permainan catur di Semarang. Sekitar 200 meter ke utara, ada pemukiman ‘tepi sungai’. “Rumah Boro” (Rumah Pengembara). Inilah yang disebut oleh penduduk kota. Mereka beristirahat di rumah ini, rumah tanpa partisi tetapi loker untuk menyimpan barang-barang kamar. Ini adalah rumah buruh dan pengembara, yang berjuang untuk keberuntungan mereka di kota. Saat ini, sekitar puluhan pekerja kasar tinggal di rumah ini. Minat Manusia: Kreativitas dan Aktivitas Dalam dorongan alam, manusia sering mencapai batas di mana ia harus melepaskan kreativitasnya. Angkutan Sewa Bus Semarang Salah satu contoh yang tidak ternoda adalah perahu yang digunakan untuk melintasi Sungai Semarang.